Selasa, 01 Juni 2010

BEASISWA KADER DI UMS

PENGUMUMAN BEASISWA



Kepada Seluruh Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang berkenaan untuk mendaftar "BEASISWA KADER"
di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Angkatan 2010
Mohom memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Foto kopy Ijazah yang sudah terlegalisir oleh institusi पेंदिदिकन
2. Foto Kopy STTB/STL yang sudah terlegalisir oleh institusi pendidikan
3. Foto kopy KTP yang masih berlaku

4. Foto ukuran 2X3 : 2 Lembar
3X4 : 5 Lembar 4X6 : 2 Lembar
5. Surat Rekomendari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD M)सेतेम्पत
6. surat keterangan Aktif dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) setempat
7. Curiculum Vite (CV)

8. Makalah mengenai Pengkaderan IPM
9. Stopmap warna merah
untuk info lebih lanjut hubungi nomer dibawah ini:
Minten Ayu Larassati : 085642105120/087736181497

Sholehati : 085725429697
Dani :

Diah Pranita Sari : 085226002523

atau kepada seluruh Jajaran Peimpinan IPM Jawa Tengah 2009-2011



Perhatian : Bagi pendaftar segera mengumpulkan persyaratan yang tertera tersebut dan meghubungi nomer diatas। Atas perhatiannya तेरिमकसिः


Panitia Beasiswa Kader IPM JATENG 2010

Senin, 24 Mei 2010

Seri Manajemen Keluarga Sakinah

Konsep Pernikahan

Oleh

Diah Pranitasari

Pernikahan sejatinya bukan sekedar mengumpulkan laki-laki dan perempuan dalam sebuah ikatan yang diatur syara'. Namun ada nilai ibadah yang ingin dicapai dari pernikahan ini. Dalam surat Ar- Rum ayat 21; ada tiga hal mengenai pernikahan:

  1. Ibadah, menikah adalah menyempurnakan separuh agama.

  2. Mencapai ketenangan Sakinah.

  3. Memenuhi kebutuhan biologis.

Ketiga hal ini akan dicapai dengan kerjasama yang solid antara suami & istri.

Rumah tangga ibarat sebuah kapal yang bernama sakinah. Dalam perjalanannya, kapal ini akan melalui ombak ganas bercampur badai, suami & istri harus tetap menjalankan sakinah dalam kondisi apapun. Ini butuh kematangan karakter baik suami maupun istri.

Kematangan ini hasil pola asuh dari orang tua. Penyampaian nilai-nilai tentang tanggung jawab seorang laki-laki ataupun perempuan dalam setiap fase kehidupan harus di sosialisasikan orang tua agar anak-anaknya siap menghadapi kehidupan rumah tangga.

Bahwa sebaik-baiklaki-laki adalah yang paling baik terhadap istrinya, atau ridlo Allah ada pada ridlo suami”.

Benturan dalam rumah tangga adalah hal yang mutlak terjadi. Kehidupan amat lah fluktuatif. Kadang di bawah, kadang di atas, kadang turun, kadang naik, kadang suka, kadang duka. Suami istri di tuntut untuk mampu mengantisipasi kondisi tersebut. Kiat-kiat nya yaitu:

  1. Menjaga selalu keimanan. Kelemahan iman mampu menhadirkan konflik suami istri. Hakikatnya ketenangan (sakinah) hanya milik orang yang beriman.

  2. Komunikasi yang positif antara suami istri, jika sedang marah Nabi Muhammad SAW, menyarankan segera duduk atau berbaring, atau berwudlu. Ini agar amarah segera teredam, tidak lantas menyulut emosi pasangan lainnya.

  3. Hindari pasangan kala sedang marah. Pikirkan hal-hal positif dari diri pasangan kita (yang sedang marah).

Alkisah, pada suatu hari seorang sahabat yang ingin menceraikan istrinya, datang ke rumah Umar ibn Khattab. Kala itu istri Umar sedang marah dan Umar diam saja, lalu sahabat ini berfikir, Umar saja diam dimarahi istri, apalagi saya. Umar pun berkata, perempuan diciptakan dari rusuk laki-laki. Jika dikeraskan, maka ia akan patah, kalau dibiarkan ia akan bengkok. Coba pikirkan betapa banyak kebaikan istri. Dia tidak pernah kita minta, tapi mencucikan baju kita, menyiapkan makananterbaik untuk kita, menyenangkan kita kapan pun kita butuh. Semarahnya perempuan, pasti ada diamnya. Kita lah para suami yang harus mengendalikan diri.

  1. Prioritas cinta kepada Allah, baru kepada pasangan. Kalau didahului cinta kepada Allah, maka melihat apapun dikembalikan pada Allah. Kenikmatan dunia hanyalah seujung jari. Begitu juga dengan syahwat yang tak bertempat.

Kemudian hubungannya dengan benturan-benturan, penting nya menjaga trust (kepercayaan) dalam sebuah pernikahan. Ada tiga pilar dalam pernikahan;

  1. Kasih Sayang

  2. Rasa Hormat

  3. Komitmen

Cinta berkurang, rasa hormat ada, kepercayaan ada, maka pernikahan masih bisa jalan. Cinta ada, rasa hormat sedang, dan kepercayaan tidak ada, maka pernikahan tidak bisa berjalan. Ketika salah satu komponen surut, maka suami istri harus sama-sama mengupayakan agar komponen itu tetap kuat kembali, yaitudengan membangun toleransi kepada pasangan, yaitudengan diawali pengenalan akan pasangan. Apa yang menjadi harapan, keinginan, kekurangan dan kelebihannya. Lalu apa yang bisa diberikan dan apa yang bisa ditutupi, tiap-tiap pasangan harus mencoba berempati.

Toleransi ini akan mudah dijalankan bila dibangun diatas kesadaran membina keluarga. Bahwa orientasi kebahagiaan perkawinan bukan hanya ada pada kebahagiaan suami istri saja, tetapi juga anak. Hasil dari pernikahan. Kesadaran ini harus terus ditanamkan pada anak.

Jumat, 21 Mei 2010

Makalah Darul Arqam Nasional MPK PP Muhammadiyah



Kader Muhammadiyah
Dalam Perkembangan Persyarikatan
Oleh
Diah Pranitasari 1



I. Pendahuluan

Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa persyarikatan Muhammadiyah adalah satu organisasi sosial kemasyrakatan Islam modern yang terbesar diseluruh Dunia Islam. Disamping itu juga tidak dapat disangkal bahwa keberhasilan kiprah amaliah Muhammadiyah dibidang pendidikan dan pelayanan sosial kepada masyarakat sangat besar kalau tidak hendak dikatakan luar biasa. Dalam usianya yang menginjak 98 tahun, Muhammadiyah telah memiliki lebih dari tiga belas ribu sekolah dari jenjang endidikan TK, SD, SLTP, sampai SMU, juga madrasah diniyah dan madrsah mualimin / mualimat serta pondok pesantren. Belum terhitng lebih dari enam puluh perguruan tinggi dan akademi.

Dalam bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Muhammadiyah telah memiliki lebuh dari empat ratus unit usaha yang berupa rumah sakit umum, poloklinik, panyi asuhan yatim piatu, pos santunan sosial serta lebih dari tiga ribu masjid.

Hal ini perlu dicatat bahwa dalam prestasi Muhammadiyah yang gemilang itu dicapai melalui pendekatan terbuka, ramah & bersahabat dengan semua pihak, dan menempuhjalan yang dibenarkan oleh Undang-undang yang berlaku serta tidak bersikap tertutup dan eksklusif. dari semua keberhasilan perjuangan Muhammadiyah ini salah sati kunci utamanya adalah sikap yang steady dan konsisten dengan maksud pendirian persyarikatan.
Hal yang terjadi sampai pada waktu kini bahwa Muhammadiyah sebagai pesyarikatan tetap berada di tempat sebagai organisasi sosial kemasyarakatan. Para warganya diberi kebebasan untuk menyalurkan aspirasi polotik yang ada tanpa kenladi atau titipan dari organisasi. Dengan demikian kader-kader Muhammadiyah terdapat dimana-mana, di Eksekutif dan legislatif, baik pusat maupun daerah, tanpa adanya friksi terbuka antara sesama mereka dan mereka dengan persyarikatan.
( Fattah, hlm 3.)

II. Suatu Kekhawatiran

Muhammadiyah adalah satu gerakan Islam modern, sadar sepenuhnya bahwa diantara sebab utama dari kemunduran dan kterbelakangan umat Islam, termasuk umat islam di Indonesia adalah kebodohan mereka, khususnya dalam ilmu-ilmu non agama. Oleh karena itu Muhammadiyah merintis pendirian lembaga-lembaga pendidikan umum untuk anak-anak masyarakat islam yang cenderung berpendirian bahwa yang harus dimiliki oleh putra-putri mereka adalah pengetahuan agama semata. Kalau sebagian besar umat islam mendikotomikan ilmu umum dengan ilmu agama lalu menanggapi budaya barat dengan uzlah atau isolasi diri dan menolak bersentuhan dengan segala bentuk yang berbau barat, maka Muhammadiyah sebaliknya, Muhammadiyah mencoba untuk tidak menolak sepenuhnya dengan memfilternya. Justru persyarikatan ini hendak mengajarkan pemuda-pemudi Islam dengan ilmu-ulmi pengetahuan yang merupakan rahasia keunggulan barat dan umat islam (Ibid, hlm:3-4) yang pada hakikatnya ilmu tersebut adalah ilmu yang berasal dari peradaban Islam zaman klasih yang kemudian dipelajari dan diadopsi oleh bangsa Barat.

Namun ditengah-tengah kemajuan uang begitu cemerlang ini, ada satu kekjawatiran melihat gejala-gejala disana-sini dalam lingkungan Muhammadiyah di berbagai tingkatan dan unit, gejala ini tumbuh karena adanya kecenderungan krisi identitas dan pergeseran-pergeseran motivasi dan militansi dalam ber- Muhammadiyah ( Hasyim, hlm: 90)

III. Peran kader di Muhammadiyah

Muhammadiyah yang dikenal sebagai gerakan Islam Modernis di Indonesia telah menunjukkan keberhasilan dalam memberikan jawaban atas problem umat ketika organisasi yang didirikan oleh Kyai Ahmad Dahlan tahun 1912 ini mampu memberikan solusi-solusi keagamaan atas persoalan-persoalan aktual kehidupan dan kemoderenan awal abad kedua puluh ini. Amal usaha Muhammadiyah merupakan bukti dari Islam bercorak Transformatif yang katual ini. Menjelang abad kedua puluh ini Islam Transformatif yang ditawarkan Muhammadiyah sungguh menghadapi tantangan-tantangan baru.

Tantangan Muhammadiyah kedepan ialah kemampuan untuk menawarkan Islam transformatif yang terjebak pada modernisme yang cendering bersifat adhoc dan prgmatis, padahal selama ini hal-hal yang bersifat ad hac dan pragmatis itu menjadi main-stream dalam Muhammadiyah. Pada posisi yang cenderung pragmatis itu Muhammadiyah kemudian menghadapi dilema yang tidak sederhana. Bahkan Muhammadiyah dituntut untuk berpijak pada komitmen misi dan identitas dirinya tetapi pada saat yang bersamaan dituntut pula untuk keluar dari ketergantungna pragmatisme padahal secara bersama-sama dituntut untuk menjawab persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan umat dan bangsa.(Nashir, hlm: 100)

Pada saat ini pula timbul gerakan baru yang tampil bukan sekadar memperjuangkan Ummat dan negara tetapi kepentingan sendiri maupun kelompok dengan paham ajaran atau ideologinya, baik yang bercorak moderat maupun radikal. “Kecenderungan gerakan baru merupakan konsekuensi logis dari era keterbukaan, yang semuanya mengklaim untuk membangun tatanan baru dalam kehidupan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Namun tidak bisa diingkari bahwa keberadaan gerakan-gerakan tadi juga dapat melahirkan fragmentasi sosial baru yang tidak tertutup kemungkinan menimbulkan konflik aliran dan kepentingan antar sesama komponen bangsa, termasuk di tubuh umat Islam”

Bagi Muhammadiyah kehadiran gerakan-gerakan baru tersebut tentu semakin mendorong semangat fastabiq al-khairat untuk terus membangun kualitas umat dan bangsa. “Muhammadiyah dalam menguatkan identitas harus bersifat kontekstual dalam dinamika zaman dan kontekstual dalam dinamika politik bangsa yang berkembang pada saat ini. ( www.muhammadiyah.or.id/index.php)

Disisi lain Muhammadiyah juga harus dapat menjadi kekuatan positif bagi kader-kader Muhammadiyah dengan melakukan penguatan Identitas Kader Muhammadiyah, Kader muhammadiyah harus mampu memadukan logika dengan retorika ketika berbicara di forum umum dan kader Muhammadiyah harus menjadi Pioner-pioner yang menjadi ukhwahtul hasanah bagi kader-kader lainnya.( www.muhammadiyah.or.id/index.php)

kader sering diartikan hanya sebagai seorang calon pemimpin saja. Dalam batas-batas tertentu pengertian itu memnag benar, tetapi sebenarnya kader mempunya pengertian yang lebih luas dari pada itu. Kader adalah kelompok maunusia yang terbaik karena terdidik atau terlatih yang merupakan inti atau tulang punggung daro kelompok yang lebih besar dan terorganisir secara permanen. Dengan demikian, seorang kader mempunyai tugas pokok untuk mengembangkan organisasi dan sekaligus menghndarkan ideologi dari kemungkinan distorsi. (Djazman, hlm: 13-14)

Kader Muhammadiyah dalam hal ini Angkatan Muda Muhammadiyah yang lahir dari kandungan orde baru dan modernisme akan semakin mesasakan betapa sulit menghadapi kehidupan yang sarat pergumulan itu sebagai kader yang membawa spirit misi Muhammadiyah, kader Muhammadiyah dituntut untuk mampu mengemban misi dakwah Islam yang bersifat profetik, tetapi juga sebagai pelaku-pelaku kehidupan, para kader senantiasa dituntut untuk bertarung dalam proses kehidupan yang terlanjur serba pragmatis, jika tidak mampu memelihara kamitmen dan identitas diri, maka kemungkinan jalan ekstrim yang dipilih, jalan pertama melarikan diri keduania pinggiran dalam berbagai pola keberagaman yang serba eksklusif atau sebaliknya menjadi pelaku-pelaku” terjun bebas” dengan payung pragmatisme. ( Nasyir, hlm:101)

Kaderisasi sebagai salah satu jalan bagi Muhammadiyah untuk melangsungkan gerakannya, tidak terlepas dari dilema yang dipaparkan di muka, di satu pihak kaderisasi merupakan proses yang spesifik untuk melahirkan sumberdaya manusia yang menjadi pelaku-pelaku dakwah Muhammadiyah, bahkan menjadi kekuatan inti gerakan Muhammadiyah yang memiliki kemitmen dalam mengemban misi persyarikatan. ( Ibid, hlm:101)

Penutup

Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan yang semakin membesar dari waktu-ke waktu yang kadang bisa di katakan sebuah negara dalam negara memerlukan sekelompok orang yang besedia berfikir dan gigih mempertahankan militansinya untuk mewujudkan misi Muhammadiyah di masa mendatang.


Daftar Pustaka

1.Djazman, Mohammad. 1989. Muhammadiyah Peran Kader dan pembinaannya. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
2.Hasyim, Umar. 1990. Muhammadiyah Jalan Lurus Dalam Tajdid, Dakwah, Kaderisasi dan Pendidikan, Kritik dan terapinya. Surabaya: Pt. Bina ilmu.
3.Nashir, Haedar. 1999. Muhammadiyah Menuju Millenium III. Yogyakarta: Pustaka SM
4.Santosa, Fattah, M.A. 2000. Muhammadiyah: Pemberdayaan Umat?. Surakarta: Muhammadiyah university press.
5.www.muhammadiyah.or.id/index.फ्प


Senin, 12 April 2010

Agar Percaya Diri


Kompas.com

10 Kebiasaan Wanita Penuh Percaya Diri


Wanita yang percaya diri memancarkan semacam kharisma yang sulit ditolak. Pernah bertemu dengan wanita yang setiap kali memasuki ruangan selalu mencuri perhatian semua orang, setiap ia bicara, semua mendengarkan, bahkan tertawa pada leluconnya yang tak terlalu lucu? Apa yang membuatnya menjadi sosok yang spesial? Berikut adalah hasil survei majalah Redbook yang menanyakan kepada para responden mengenai apa yang menjadikan seseorang terlihat lebih percaya diri.

1. Masuk dengan gaya
Sebelum memasuki ruangan, periksalah kepercayaan diri Anda. Untuk memancarkan kepercayaan diri, Anda perlu memastikan bahwa Anda sudah nyaman dengan diri sendiri. Rasa ketidakpercayaandiri, malu-malu, atau rendah diri akan membuat orang-orang memalingkan wajahnya dari Anda. Jika Anda memasuki sebuah ruangan besar, Anda tak tahu siapa yang akan ada di ruangan tersebut, tujukan langkah Anda ke pojok belakang ruangan, dengan begini, kemungkinan terbesar orang yang mengenal Anda akan menyapa Anda sepanjang perjalanan tersebut.

2. Berani memulai
Bagaimana bisa membuat diri Anda terlihat percaya diri jika masih memiliki phobia untuk memulai percakapan? Sebelum memasuki ruangan yang berisi orang-orang lain, buatlah diri Anda lebih bersemangat dan pikirkan apa yang bisa Anda dapatkan jika bisa berkenalan dengan banyak orang. Ketika Anda berada dalam sebuah situasi, di tempat yang sangat asing, tapi Anda harus duduk bersama orang yang belum Anda kenal selama berjam-jam, cobalah untuk memberanikan diri memulai. Palingkan wajah ke orang terdekat, senyum lebar dan tulus, kenalkan diri Anda seraya mengajak berjabat tangan. Mulailah bertanya seputar hal-hal umum, misal, nama, asal, dan seputar acara yang Anda hadiri tersebut.

3. Hadapi dengan anggun
Akan ada saat-saat Anda bertemu dengan situasi yang tak mengenakkan, misal, Anda lupa nama seseorang. Jika hal ini terjadi, ingatlah bahwa hal semacam ini bisa saja terjadi pada siapa pun, jadi jangan terlalu berkecil hati. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengakui bahwa Anda melupakan namanya. Kedua, Anda bisa bergurau mengenai kelupaan tersebut. Harapannya, ia akan menyebutkan namanya kembali. Ketika ia menyebutkannya kembali, katakan, "Saya tak akan lupa lagi," lalu lanjutkan percakapannya.

4. Cerita yang berkesan
Cerita yang berkesan bisa jadi pencair suasana. Namun, perlu diingat, cerita tersebut, jika dimaksudkan untuk mencairkan suasana, harus yang memiliki pesan yang amat menyentuh atau sangat lucu. Ketika bercerita, pastikan Anda tidak melupakan detail-detail pentingnya. Gerak tubuh masih bisa diterima, asalkan masih dalam bentuk wajar dan natural. Namun, cerita yang menarik sebenarnya tidak terlalu perlu bumbu-bumbu gerakan yang berlebihan, yang penting adalah pemilihan kata-katanya.

5. Tetap tenang
Ketika Anda merasa gugup dan perlu pengalih perhatian, coba lakukan aktivitas aerobik mendadak, misal, berlompat-lompat, atau berlari di tempat. Lalu cobalah untuk memfokuskan diri. Cari tempat tenang untuk menyendiri dan mengambil napas sejenak sebelum Anda memasuki ruangan. Lalu ambil napas dalam-dalam dan perlahan ketika memasuki ruangan dan menempati posisi Anda di hadapan orang lain. Jangan lupa untuk tersenyum kepada mereka sambil menatap mata mereka.

6. Vini, Vidi, Vici
Ketika Anda menginginkan sesuatu, lakukanlah dengan perhitungan dan dengan bijak. Misal, saat Anda merasa sudah saatnya mendapatkan kenaikan gaji karena perbandingan pekerjaan yang Anda lakukan dan gaji yang didapat tidak seimbang. Jika memang ingin mendapatkan kenaikan, coba lakukan dengan cepat, tepat, dan sopan. Misal, di pagi hari, tanyakan padanya bahwa Anda ingin bicara dengannya, dan tanyakan kapan ia memiliki waktu luang untuk bicara. Ketika sudah berhadapan dengannya, katakan betapa Anda menyukai pekerjaan ini, jabatan Anda, juga sebutkan hasil pekerjaan terbaik yang Anda hasilkan. Lalu, tanyakan padanya, " Mungkinkah Bapak/Ibu bisa mempertimbangkan kenaikan gaji untuk saya?" Jangan ucapkan angka spesifik kecuali ditanyakan. Akhiri percakapan dengan "Mengenai hal ini, tak perlu dijawab dengan segera." Hal ini akan membuat bos Anda berpikir bahwa ia masih memiliki kontrol dan mudah-mudahan akan lebih dermawan dalam menawarkan kenaikan Anda.

7. Saat bernegosiasi
Saat Anda akan melakukan sebuah negosiasi atau penawaran, jangan lupa untuk memperkaya diri dengan pengetahuan. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai apa yang Anda inginkan. Saat akan bernegosiasi, selalu minta lebih dari yang mereka tawarkan, dan tawarkan nilai di bawah limit Anda. Jika masih ragu, pikirkan kembali, baru putuskan keesokan harinya.

8. Hadapi ketakutan
Rasa takut mirip dengan rasa sakit. Hal ini akan membantu Anda menunjuk hal yang mengganggu pikiran Anda. Ketika Anda menghadapi ketakutan akan sesuatu, cobalah untuk menghadapinya. Bayangkan situasi yang menakutkan tersebut di kepala Anda, lalu bayangkan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi situasi tersebut. Lalu, alihkan pikiran tersebut ke hal yang menenangkan untuk Anda, misal, pinggir pantai atau mentari tenggelam. Saat melakukan perpindahan bayangan-bayangan tadi, jangan lupa untuk menjaga alur napas Anda agar tetap teratur.

9. Jangan terintimidasi
Hentikan pikiran-pikiran negatif di kepala Anda, lalu visualisasikan diri Anda mendorong orang lain 100 langkah menjauh dari Anda. Bayangkan orang-orang tersebut sangat kecil dan berwarna hitam-putih. Ini akan menghilangkan rasa inferior di dalam Anda. Nah, lakukan hal ini ketika Anda merasa kurang percaya diri berada di tengah-tengah perbincangan dengan orang yang belum Anda kenal dekat. Ketika secara mental Anda sudah berhasil menempatkan landasannya, Anda akan menjadi orang yang merasa bahwa alur perbincangan itu berada di tangan Anda. Jangan lemparkan topik yang isinya bisa memicu kompetisi atau sifat defensif dari orang tersebut, tapi mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan seputar hal yang personal. Jangan lupakan ketulusan.

10. Melemparkan lelucon
Saat Anda akan melempar lelucon, jangan mengatakan bahwa Anda akan menceritakan lelucon, karena hal ini akan membuat si pendengar memasang ekspektasi tinggi, dan ketika cerita Anda tak terlalu lucu, malah akan terkesan garing. Lelucon yang lucu bisa dihubungkan dengan topik perbincangan sebelumnya, sehingga orang-orang akan merasa terhisap ke perkataan Anda itu, dan akan merasa lelucon Anda itu sangat lucu, karena datang tanpa diduga. Ketika lelucon Anda berhasil membuat orang tertawa, jangan tergoda untuk melontarkan lelucon lain. Biarkan mereka merasa ingin lebih dari Anda.


Kamis, 08 April 2010

Love




MUTIARA CINTA ... untuk Mas Alan


Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.


salam sayang

Rabu, 07 April 2010

Anak Adalah Buah Hati

APABILA BELUM DIKARUNIAI ANAK


Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, Mahaadil, Maha Mengetahui, dan Mahabijaksana meng-anugerahkan anak kepada pasangan suami isteri, dan ada pula yang tidak diberikan anak. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Artinya : Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” [Asy-Syuuraa : 49-50]

Apabila sepasang suami isteri sudah menikah sekian lama namun ditakdirkan oleh Allah belum memiliki anak, maka janganlah ia berputus asa dari rahmat Allah ‘Azza wa Jalla. Hendaklah ia terus berdo’a sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam dan Zakariya ‘alaihis salaam telah berdo’a kepada Allah sehingga Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan do’a mereka.


Do’a mohon dikaruniai keturunan yang baik dan shalih terdapat dalam Al-Qur’an, yaitu:

“Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” [Ash-Shaaffaat : 100]

“...Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” [Al-Furqaan : 74]

“...Ya Rabb-ku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkau-lah ahli waris yang terbaik.” [Al-Anbiyaa' : 89]

“...Ya Rabb-ku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” [Ali ‘Imran : 38]

Suami isteri yang belum dikaruniai anak, hendaknya ikhtiar dengan berobat secara medis yang dibenarkan menurut syari’at, juga menkonsumsi obat-obat, makanan dan minuman yang menyuburkan. Juga dengan meruqyah diri sendiri dengan ruqyah yang diajarkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan terus menerus istighfar (memohon ampun) kepada Allah atas segala dosa. Serta senantiasa berdo’a kepada Allah di tempat dan waktu yang dikabulkan. Seperti ketika thawaf di Ka’bah, ketika berada di Shafa dan Marwah, pada waktu sa’i, ketik awuquf di Arafah, berdo’a di sepertiga malam yang akhir, ketika sedang berpuasa, ketika safar, dan lainnya.[10]

Apabila sudah berdo’a namun belum terkabul juga, maka ingatlah bahwa semua itu ada hikmahnya. Do’a seorang muslim tidaklah sia-sia dan Insya Allah akan menjadi simpanannya di akhirat kelak.

Janganlah sekali-kali seorang muslim berburuk sangka kepada Allah! Hendaknya ia senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Apa yang Allah takdirkan baginya, maka itulah yang terbaik. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya, Mahabijaksana dan Mahaadil.

Bagi yang belum dikaruniai anak, gunakanlah kesempatan dan waktu untuk berbuat banyak kebaikan yang sesuai dengan syari’at, setiap hari membaca Al-Qur-an dan menghafalnya, gunakan waktu untuk membaca buku-buku tafsir dan buku-buku lain yang bermanfaat, berusaha membantu keluarga, kerabat terdekat, tetangga-tetangga yang sedang susah dan miskin, mengasuh anak yatim, dan sebagainya.

Mudah-mudahan dengan perbuatan-perbuatan baik yang dikerjakan dengan ikhlas mendapat ganjaran dari Allah di dunia dan di akhirat, serta dikaruniai anak-anak yang shalih.

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]

Kasih Sayang

Kasih Sayang

kupu2.gif

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya
(dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya
(dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya
dengan pandangan kasih & sayang.
Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya
(dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah
dosa-dosa dari segala jemari keduanya”

(HR. Abu Sa’id)





Ya Allah, Ya Karim
Ijinkan hamba-hambaMu ini berikhtiar
Dalam batas-batas syari’at yang telah Engkau gariskan
Dalam hembusan sejuknya iman.

Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama
(QS.25:74)

amiin ya rabbal ‘aalamiin...

Ucapan Pernikahan


Teriring Kado Pernikahan
Ketika kita membentuk bahtera Rumah Tangga , akan kita temuakan hal-hal indah yang menyenangkan kalau kita bisa mengambilnya, karena Cinta adalah CiptaanNya, dan sudah barang tentu kita juga akan melewati badai yang diciptakan Nya. Benci dan Cinta adalah suatu Ciptaan, Sekuat apa kita berpegang pada rambu-rambu yang ada, itu akan menghantarkan kita kepada kebahagiaan karena kebahagiaan sejati hanya kepunyaanNya, bukan pada titik pencapain yang kita cari tapi Rasa syukurlah inti dari sebuah kebahagiaan. Cinta dan Benci akan selalu kita lewati baik dengan terpaksa ataupun ihlas.
Jangan pernah memaksaan sebuah kesamaan Rasa. Tapi pahamilah perbedaan yang ada, Karena Allah menciptakan kaum Adam dan kaum Hawa memang berbeda dari segala sisi, baik asa maupun rasa. Dan sampai kapanpun kita tak akan kenal pasangan kita karena memang manusia diciptakan berbeda, bahkan kadang kita tak mengerti siapa diri kita tapi pahamilah sesungguhnya perbedaan itu indah adanya, dan selalu bersukurlah apa yang terjadi pada kita hanya dengan itu Allah akan menambahkan nikmat yang ada.

Manajemen Perbedaan

Mengelola Ketidaksempurnaan

oleh: M. Anis Matta

Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia dibagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan setelah ia direbut oleh Ustman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah ia direbut habis oleh Aisyah?

Kita hanya berbagi pada sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang shalih terdahulu. Karena itu persoalan cinta selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempurna dalam diri kita. Pilihan-pilihan kita, dengan begitu, selalu sulit. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang kurang berbudi. Sebaliknya, ada lelaki shaleh yang tidak menawan atau perempuan shalehah yang tidak cantik.

Pesona kita selalu tunggal. Padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk bisa berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Maka tentang pesona fisik itu Imam Ghazali mengatakan: “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Tapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah SAW bersabda: “Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”

Persoalan kita adalah ketidaksempurnaan. Seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles. Dua setengah milyar manusia menyaksikan pemakamannya di televisi. Semua sedih. Semua menangis.Puteri yang pernah menjadi trendsetter kecantikan dunia dekade 80-an itu rasanya terlalu cantik untuk disia-siakan oleh sang pangeran. Apalagi Camila Parker yang menjadi kekasih gelap sang pangeran saat itu, secara fisik sangat tidak sebanding dengan Diana. Tapi tidak ada yang secara obyektif mau bertanya ketika itu. Kenapa akhirnya Charles lebih memilih Camila, perempuan sederhana, tidak bisa dibilang cantik, dan lebih tua ketimbang Diana, gadis cantik berwajah boneka itu? Jawaban Charles mungkin memang terlalu sederhana. Tapi itu fakta, “Karena saya lebih bisa bicara dengan Camila.”

Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. Tapi pesona fisik justru terkembang di tahun-tahun awal pernikahan. Karena itu ia menentukan. Begitu masa uji cinta selesai, biasanya lima sampai sepuluh tahun, kekuatan budi akhirnya yang menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang. Dampak gelombang magnetik fisik berkurang Bukan karena kecantikan atau ketampanan berkurang. atau hilang bersama waktu. Yang berkurang adalah pengaruhnya. Itu akibat sentuhan terus menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.

Apa yang harus kita lakukan adalah mengelola ketidaksempurnaan melalui proses pembelajaran. Belajar adalah proses berubah secara konstan untuk menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu. Fisik mungkin tidak bisa dirubah. Tapi pesona fisik bukan hanya tampang. Ia lebih ditentukan oleh aura yang dibentuk dari gabungan antara kepribadian bawaan, pengetahuan dan pengalaman hidup. Ketiga hal itu biasanya termanifestasi pada garis-garis wajah, senyuman dan tatapan mata serta gerakan refleks tubuh kita. Itu yang menjelaskan mengapa sering ada lelaki yang tidak terlalu tampan tapi mempesona banyak wanita. Begitu juga sebaliknya.

Itu jalan tengah yang bisa ditempuh semua orang sebagai pecinta pembelajar. Karena pengetahuan dan pengalaman adalah perolehan hidup yang membuat kita tampak matang. Dan kematangan itu pesonanya. Sebab, setiap kali pengetahuan kita bertambah, kata Malik bin Nabi, wajah kita akan tampak lebih baik dan bercahaya.

Perwalian


oleh: DIAH PRANITASARI



PERWALIAN (HADHONAH)1



I.PENDAHULUAN
Berbagai masalah dan kesulitan dalam penyelesaian baik pada tahapan pemeriksaan apalagi saat pelaksanaan eksekusinya, karena sampai saat masalah eksekusi putusan anak masih ada perselisihan dimana ada ahli hukum yang berpendapat anak tidak dapat dieksekusi sedangkan ahli hukum yang lain putusan perwalian dapat di eksekusi2. Dalam makalah ini kami akan menyampaikan beberapa penjelasan tentang perwalian atau hadhonah beserta kompulasi hokum Islamnya.

II.PEMBAHASAN
Dalam ketentuan umum pasal 1 komilasi huruf h dikemukakan , perwalian adalah kewenangan yang diberikan kepada seeorang untuk melakukan sesuatu perbuatan hokum sebagai wakil untuk kepentingan dan atas nama anak yang tidak mempunyai kedua orang tua, atau kedua orang tua yang masih hidup tidak cakap melakukan perbuatan hokum. Dengan demikian wali adalah orang yang diberi kewenangan untuk melakukan perbuatan demi kepentingan anak yang tidak memiliki kedua orang tua, atau karena kedua orang tuanya tidak cakap melakukan perbuatan hokum. Ada beberapa hokum. Ada beberapa ayat yang dapat dirujuk untuk menjelaskan keberadaan wali
“dan ujilah anak yatim itu cukup umur untuk kawin, kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta) maka serahkanlah pada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anka yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu tergesa-gesa membelanjaknanya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim) itu dan barang siapa yang miskin, maka bolehlah ia memakan harta itu yang patut, kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka . dan cukuplah Allah sebagai pengawas (atas persaksian itu)(Al-Nisa’:6).
Kutipan ayat diatas menunjukkan peran, kewajiban dan hak-hak wali terhadap anak dan harta yang dibawah perwaliannya. Untuk mengetahui secara lebih rinci, kita kemukakan penjelasan dari Undang-undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Dalam Bab XI pasal 50 sampai dengan pasal 54 diatur tentang perwakilan.
Pasal 50:
(1)Anak yang belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melanhsungkan perwakilan, yang tidak berada di bawah kekuasaan orang tua, berada di bawah kekuasaan wali.
(2)Perwalian itu mengenai pribadi anak yang berlangsung maupun harta bendanya.
Pasal 51:
(1)Wali dapat ditunjuk oleh satu orang tua yang menjalankaan kekuasaan orang tua sebelum ia meninggal, dengan surat wasiat atau dengan lisan di hadapan 2 oarang saksi.
(2)Wali sedapat-dapatnya diambil dari keluarga anak tersebut atau orang tua yang sudah dewasa berfikiran sehat, adil, jujur dan berkelakuan baik.
(3)Wali wajib mengurus anak yang di bawah penguasaannya dan harta bendanya sebaik-baiknya dengan menghormati agama dan kepercayaan anak itu.
(4)Wali wajib membuat daftar harta benda anak yang berada di bawah kekuasaannya itu pada waktu memulai jabatanya dan mencatat semua perubahan-perubahan harta benda anak atau anak-anak itu.
(5)Wali bertanggung jawab tentang harta benda anak yang berada dibawah perwaliannya serta kerugian yang ditimbulkan karena kesalahan atau kelalaiannya.
Memperhatikan bunyi pasal 50 dan 51 tersebut, yang perlu diperhataikan adalah, meskipun penunjukan melalui surat wasiat atau lisan sifatnya pilihan yang tidak bersifat imperative, hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang dapat mempunyai kekuatan hokum atau akta otentik3. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan kepentingan anak. Sejalan dengan kaidah:
“Menghindari kerusakan didahulukan daripada memperoleh manfaat”.
Dalam pasal 51 ayat (2) dianjurkan agar penunjukkan wali diambil dari keluarga anak tersebut, atau orang lain yang berkelakuan baik, didasarkan kepada sabda Rasulullah Saw.:




Sesungguhnya Nabi Saw. Memutuskan (wali) bagi anak perempuan Hamzah kepada saudara perempuan ibu (khalah)nya,dan beliau bersabda:” saudara perempuan ibu (menempati) kedudukan ibu” (HR. Bukhari)
Dalam kompilasi hokum Islam, masalah perwalian diatur dalam pasal 107 sampai dengan pasal 112, yang secara garus besar mempertegas ketentuan yang dimuat dalam Undang-undang Perkawinan.
Pasal 107:
(1)Perwalian hanya terhadap anak yang belum mencapai mur 21 tahun dan atau belum pernah melangsungkan perkawinan.
(2)Perwalian meliputi perwalian terhadap diri dan harta kekayaannya.
(3)Bila wali tidak mampu berbuat atau lalai melaksanakan tugas perwaiannya, maka Pengadilan Agama dapat menunjuk salah seorang kerabat untuk bertindak sebagai wali atas permohonan kerabat tersebut.
(4)Wali sedapat-dapatnya diambil dari keluarga anak tersebut atau orang lain yang sudah dewasa, berfikir sehat, adil, jujur dan berkelakuan baik atau badan hokum.4
Pasal 109:
Orang tua dapat mewasiatkan kepada seseorang atau badan hokum untuk melakukan perwalian atas diri dan kekayaan anak atau ana-anaknya sesudah ia meninggal dunia.
Apabila dipehatikan secara teliti, ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam memang lebih tegas daripada dalam Undang-undang Perkawinan, karena dalam Kompilasi Hukum Islam konsennya adalah bagi orang Islam. Maka petunjuk Pengadilan Agama dilibatkan dalam menyelesaikan masalah yang timbul akibat dari perwalian adalah dalam rangka kepastian hokum.
Alasan lain daripada penunjukan wali, termasuk wewenang untuk mengalihkan barang kekayaan anak yang berada dalam perwaliannya, hanya diperbolehkan apabila kepentingan anak menghendakinya. Apabila dalam kenyataannya, wali yang ditunjuk tidak melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, atau dengan indikasi-indikasi tertentu kelihatan beriktikad tidak baik, maka hak perwaliannya dicabut.prosedur dan tata caranya dilakukan dengan mengajukan permohonan kepada prngadilan atau Pengadilan Agama untuk mencabutnya.
Pasal 53
(1)Wali dapat dicabut dari kekuasaannya, dalam hal-hal yang tersebut dalam pasal 49 undang-undang ini.
(2)Dalam hal kekuasannya seorang wali dicabut, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, oleh pengadilan ditunjuk orang lain sebgai wali.
Dalam kompilasi pasal 53 tersebut dikuatkan dalam pasal 109:
Pengadilan agama dapat mencabut hsk perwalian seseorang atau badan hokum dan memindahkannya kepada pihak lain atas permohonan kerabatnya bila wali tersebut pemabuk,penjudi , pemboros,gila dan atau melalaikan atau menyalahgunakan hak dan wewenangnya sebagai wali demi kepentingan orang yang berada dibawah perwaliannya.
Selanjutnya mengenai rincian tugas dan kewajiban wali terhadap diri dan harta benda anak yang dibawah perwaliannya, dijelaskan dalam pasal 110 Kompilasi:
(1)Wali berkewajiban mengurus diri dan harta orang yang berada dibawh perwaliannay dengan sebaik-baiknya dan berkewajiban memberikan bimbingan agar, pendidikan dan keterampilannya untuk masa depan orang yang berada dibawah perwaliannya.
(2)Wali dilarang mengikatkan , membebani dan mengasingkan harta orang yang berada di bawah perwaliannya atau merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dihindarkan.
(3)Wali bertanggung jawab terhadap harta orang yang berada di bawah perwaliannya, dan mengganti kerugian yang timbul sebagai akibat kesalahan atau kelalaiannya.
(4)Dengan tidak mengurangi ketentuan yang diatur dalam pasal 51 ayat 4 undang-undang No.1 Tahun 1974, pertanggungjawaban wali tersebut ayat (3) harus dibuktikan dengan pembukuan yang ditutup tiap satu tahun sekali.
Perwalian seseorang berakhir, apabila anak yang dibawah perwaliannya telah mencapai umur 21 tahun atau telah kawin. Karena umur 21atau telah kawin dianggap bahwa telah mampu hidup mandiri. Menurut bahasa alquran sebenarnya tidak ada penegasan secara definitive tentang batas usia. Hanya ayat alQuran (al-Nisa’,4;6) menegaskan agar sebelum harta bbendanya diserahkan, anak tersebut diuji kecakapannya. Tentang pembatasan atau berakhirnya perwalian dalam kompilasi dinyatakan dalam pasal111:
(1)Wali berkewajiban menyerahkan seluruh harta orang yang berada dibawah perwaliannya, bila yang bersangkutan telah mencapai umur 21 tahun atau telah kawin.
(2)Apabila perwalian telah berakhir, maka Pengadilan Agama berwenang mengadili perselisihan antara wali dan orang yang berada dibawah perwaliannya tentang harta yang diserhkan kepadanya.

III. KESIMPULAN
1.Tidak menjadi syarat/imperatif anak yang dipersegketakan di hadirkan kepersidangan untuk menentukan pilihannya ikut ibu atau ayahnya karena pilihan anak tersebut dapat dilakukan melalui surat pernyataan yang ditandatanganinya.
2. Hak memilih anak yang disengketakan oleh ibu atau ayahnya tetap harus diberikan, namun tidak menjadikan serta merta kita mengambil alih pilihannya dalam kaitan ayah atau ibunya berbeda keyakinan, karena aqidah adalah sebagai ukuran penentu kelangsungan atas keberlakuan hak hadhonah tersebut atau menjadi gugur karenanya.
3.Mumayyiz atau belum mumayyiz seorang anak lebih ditentukan oleh tingkat kecerdasannya anak tersebut, karenannya kita dapat memberikan hak pilih dalam mentukan siapa yang berhak mengAsuh dintara ibu atau ayahnya yang bercerai bagi anak yang belum berumur 12 tahun hanya setelah ada rekomondasi dari psikologi.

III.PENUTUP
Demikianlah beberapa hal hadhonah yang sering kita temui dalam praktek yang terkadang kasusnya sangat komplek dan cukup luas jangkauannya yang sekarang telah disepakati perkara ini tidak mengenal lagi nebis en idem, karena itu kita harus cermat dan berhati-hati dalam memutuskan. Dari itu dalam penyelesaian masalah hadonah itu tidak hanya mengacu kepada ketentuan perundang-undangan saja, melaikan harus memperhatikan nilai-nilai dari hukum dalam masyarakat, kaidah-kaidah agama, lingkungan dari ayah dan ibu yang akan diberi hak hadhonah serta aspek lain demi kemaslahatan diri anak yang akan menjadi asuhannya.


IV. DAFTAR PUSTAKA

1.Rofiq, Ahmad. 1998. Hukum Islam Di Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta
2.Idris Ramulyo, Muhammad. 1996. Hukum Perkawinan Islam. Bumi Aksara: Jakarta





Bila Ku Jatuh Cinta

Oleh: Diah Pranitasari

Bila Aku Jatuh Cinta


Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi


Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !


Rindu Bertemu

Oleh: Diah Pranitasari

"Dari Jauh"



Dari jauh, aku memandang mu
Lewat semua mata hatiku

Dari jauh, aku mengagumi mu
Lewat semua kisah tentang mu

Dari jauh, aku mengkhayalkan mu
Tanpa peduli kata hatiku

Dari jauh, aku larut dalam suka cita mu
Bagai bertemu air jernih dipadang tandus

Dari jauh, aku hanyut dalam duka mu
Bagi tersesat dalam mimpi buruk

Dari jauh, kukirim do'a untuk mu
Do'a tulus, do'a tak bersyarat

Dari jauh, ku lukis engkau dalam tidurku
Lewat beragam bunga tidurku

Dari jauh, aku titipkan hati ku pada mu
Agar kau senantiasa setia padaku.



Untuk Kekasih Ku....

Oleh; Diah Pranitasari


Untuk Kekasihku,...


Pangeran Ku...

Sesungguhnya Allah Telah Memuliakanmu

Indahnya Panorama yang ada diDunia

Takkan Seindah Dirimu...


Wahai Pangeran Ku...

Siramilah Wajahmu Dengan Mata Air Kesucian

Agar Takkan Ada Lagi Dosa Dan Kenistaan


Wahai PangeranKu...

Hiasilah Wajahmu Dengan Mata Keimanan

Agar Takkan Ada Lagi Cinta Yang Mendustakan


Wahai Saudaraku...

Engkaulah Pangeran Yang Elok Nan Tampan

Hiasilah Pandanganmu Dengan Rasa Malu

Tundukkan Dirimu Penuh Rasa Rindu

Agar Anak Panah Iblis Tertunduk Lesu


Wahai Saudaraku...

Engkaulah Pangeran Yang Elok Nan Rupawan

Selimutilah Dirimu Dengan Tabir Keimanan

Pakailah Hiasanmu Dengan Hijab Ketaqwaan

Agar Takkan Adalagi Pemuda Jalanan

Yang Demi Kenistaan Merelakan Kehormatan


Wahai Saudaraku...

Engkau Laksana Mutiara Yang Tersimpan Nan Berkilau

Taburilah Bibirmu Dengan Dzikir Dan Qur’an

Agar Takkan Ada Lagi Ucapan Dan Rayuan Syaithan


Wahai Saudaraku...

Engkau Adalah Mutiara Yang Putih Nan Indah

Yang Dirindukan Bagi Pendamba Jannah

Hilangkan Keangkuhanmu Dengan Akhlaqul Karimah

Agar Engkau Disayang Oleh Sang Maha Pemurah


Wahai Pangeran Bermata Jeli

Jika Engkau Seorang Diri, Janganlah Merasa Sendiri

Ada Allah Yang Mengawasi

Jika Engkau Bersedih, Janganlah Kau pendam Dalam Hati

Ada Allah Tempat Berbagi


Wahai Mutiara Nan Bercahaya

Jika Engkau Gagal, Jangan Kau Berputus Asa

Ada Allah Tempat Meminta


Wahai Pangeran Yang Elok Nan Tampan

Jika Engkau Bermuram Sayu, Janganlah Merasa Pilu

Ada Allah Tempat Mengadu


Wahai Pangeran Pendamba Syurga

Jika Engkau Merasa Bahagia, Jangan Kau buat Dirimu Lupa

Ada Allah Tempat Memuja


Wahai Pangeran Bermata Sayu

Hiasilah Dirimu Dengan Akhlaq Nabimu

Hiasilah Langkahmu Dengan Bersujud Pada Robbmu

Agar Pangeran Syurga Cemburu Padamu...



********

Cinta

Oleh: Diah Panitasari


Dalam hidup ku belajar dari apa yang ku temui,
dari apa yang ku dapati...

Entah dari mana..... ?
Entah mulai kapan.......?
Entah karena alasan apa......?
Rasa............
yang kata sang pujangga itu datang dari lubuk hati....
yang kata sang ulama itu datang dari kesucian Qulbu....

benar kata Mas.......
Allah telah menurunkan Rahman dan RahimNya........
pada hati yang lemah ini,........
atas kelemahan dari tulang rusuk yang bengkok ini,........
hingga tiada kuasa untuk........
untuk senantiasa bertasbih.....
untuk berzikir..........
dan untuk bersorak atas syukurnya.......
kepada Allah........
Allah berikan atas segala kelemahan ini seseorang,........
Seseorang yang mampu
menuntunnya........
meluruskannya.......
menjaganya.........
memimpinnya.........
Dia adalah Mas Alan yang tercipta untuk ku..


Ku Pinang Engkau Dengan Al-Qur'an


Dari: Calon Suami Ku..


" Ku pinang engkau dengan Al-Qur'an"



Yaa Muqollibal quluub...
Tsabit quluubanaa 'ala diinik
ya Allah yang maha membolak-balikkan hati,
tetapkanlah hati kami di jlan Agama Mu
ketika bersendirian, ketika telah engkau anugrahkan
teman tuk berjuang, maupun ketika
Engkau anugrahkan jundi-jundi kecil
tuk meramaikan bumi dengan kalimat
Laa ilahaa ilallaah Muhammadar rasulullah..., dan
ketika nafas masih engkau titipkan pada kami

Ya Allah dengan Al-Qur'an
karuniakanlah kasih sayangMu kepada hamba
jadikanlah Al-Qur'an sebagai Iman, cahaya, hidayah
dan sumber rahmat bagi hamba.

Yaa Allah ingatkan hamba bila ada ayat yang hamba
lupa mengingatnya, ajarkan pada hamba
ayat yang hamba bodoh memahaminya.
keruniakan pada hamba kenikmatan membacanya
sepanjang hari
baik di tengah malam atau tengah hari
jadikan Al-Qur'an bagi hamba sebagai hujjah
duhai Tuhan Semesta alam.


---** **---


Puisi Pernikahan


Dari: Calon Suami Ku..


Pernikahan atau Perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad SAW,
Tidaklah setaqwa Ibrahim AS,
Pun tidak setabah Isa atau Ayub AS,
Atau pun segagah Musa AS,
Apalagi setampan Yusuf AS
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh solehah...
Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga
Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah ...

********